Celoteh

Bahaya Terlalu Obses Ngejar Cewek: Ketika Perasaan Jadi Proyek Pribadi

Triono Agung
29 December 2025
2 min read
Bahaya Terlalu Obses Ngejar Cewek: Ketika Perasaan Jadi Proyek Pribadi

Ada fase dalam hidup sebagian cowok ketika ngejar cewek berubah dari rasa suka jadi misi negara. Bangun tidur mikirin dia, tidur masih mikirin dia, semua keputusan hidup dikaitkan ke satu nama. Kalau sudah begini, ini bukan lagi soal cinta. Ini soal obsesi.

Ngejar cewek itu wajar. Usaha, perhatian, dan niat baik itu bagian dari proses, tapi yang sering kejadian garis antara usaha dan obsesi jadi kabur, yang satu bikin lo berkembang, yang satu lagi bikin lo kelelahan, bahkan kehilangan diri sendiri.

Tanda paling gampang dari obsesi adalah ketika kebahagiaan lo sepenuhnya ditaruh di tangan orang lain. Chat dibalas cepat lo senang, dibalas lama hidup terasa runtuh. Padahal secara logika, enggak ada kontrak apa pun yang mewajibkan dia membalas perasaan lo.

Masalahnya obsesi sering dibungkus narasi romantis "Gue berjuang", "Gue tulus", "Gue cuma mau buktiin". Kalimat-kalimat ini terdengar mulia, tapi sering dipakai buat membenarkan perilaku yang sebenarnya melelahkan, baik buat lo maupun buat dia.

Secara psikologis obsesi dalam hubungan awal sering muncul dari rasa kurang. Kurang percaya diri, kurang validasi, atau kurang tujuan lain di hidup. Cewek yang lo kejar akhirnya bukan lagi manusia, tapi simbol keberhasilan pribadi. Kalau dapat ego aman, kalau gagal harga diri ikut jatuh.

Trivia dikit, dalam psikologi ada istilah limerence. Kondisi ketika seseorang mengalami ketertarikan intens, dipenuhi fantasi yang berlebihan dan ketergantungan emosional pada respons orang lain, menurut sebagian orang mungkin kedengarannya romantis, tapi praktiknya capek.

Yang sering dilupakan, cewek bisa merasakan perbedaan antara ketertarikan sehat dan obsesi. Ketertarikan bikin aman tapi obsesi bikin tertekan dan enggak sedikit hubungan gagal bukan karena kurang usaha tapi karena terlalu memaksa.

Ironisnya semakin lo obses semakin kecil kemungkinan lo menarik, karena hidup lo jadi sempit. Topik obrolan muter di situ-situ saja, energi lo habis buat mikir "dia lagi apa", bukan "gue mau jadi apa".

Mengejar cewek enggak salah tapi hidup tidak boleh berhenti di situ. Ketika fokus lo kembali ke diri sendiri, kerja, teman, hobi, mimpi, posisi lo berubah bukan lagi orang yang mengejar tapi orang yang punya arah.

Dan anehnya di titik itu hubungan justru lebih mungkin terjadi. Karena ketertarikan yang sehat selalu datang dari dua orang utuh, bukan dari satu orang yang sedang kejar-kejaran dengan bayangannya sendiri.

 

Referensi

Azmi,Nabila.(2025).Limerence, Alasan Anda Tergila-gila pada Seseorang.Hellosehat

Bagikan Artikel:
Bagikan artikel ini ke sosial media