Jagat Musik

Slank Rilis Single Terbaru "Republik Fufufafa" Ketika Musik Masih Dipakai Buat Ngeledek Kekuasaan

Triono Agung
28 December 2025
2 min read
Slank Rilis Single Terbaru "Republik Fufufafa" Ketika Musik Masih Dipakai Buat Ngeledek Kekuasaan

Di penghujung tahun 2025, 26 Desember ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Slank yang ke-42 band ini kembali hadir dengan merilis single baru dengan judulnya Republik Fufufafa, dan dari judulnya saja sebenarnya kita sudah bisa nebak ini bukan lagu cinta, bukan juga lagu nostalgia, tapi ini lagu sindiran.

Slank memang sudah lama tidak tertarik jadi band yang sekadar enak diputar di kafe, sejak awal mereka menempatkan diri sebagai band yang cerewet, suka komentar, suka nyeletuk, dan kadang bikin orang kepanasan.

Republik Fufufafa hadir di momen ketika publik Indonesia lagi capek, capek lihat drama politik, capek dengar omongan pejabat yang muter muter, capek merasa dibohongi tapi disuruh senyum.

Liriknya yang tidak ribet, bahasanya lugas, nada satirnya kentara, Slank tidak lagi sibuk menyamarkan kritik dengan metafora rumit, mereka memilih gaya langsung kayak orang nongkrong sambil nyeletuk "Ini negara apa sih sebenernya"

Yang menarik Slank tidak terdengar seperti band tua yang memaksa relevan, justru lagu ini terdengar seperti Slank yang kembali ke performa lama mereka sebagai pengeras suara keresahan.

Secara musikal Republik Fufufafa masih membawa rock khas Slank, sederhana, tidak neko neko, dan fokus ke pesan, ini bukan lagu yang dibuat untuk viral di TikTok, ini lagu yang dibuat untuk bikin orang mikir, atau minimal senyum pahit.

Di era sekarang ketika banyak musisi memilih aman, menghindari topik sensitif, Slank justru konsisten berada di jalur sebaliknya dan itu bukan hal baru, dari era Reformasi sampai hari ini Slank selalu pakai musik sebagai medium komentar sosial.

Bedanya dulu kritik mereka sering terasa heroik, sekarang terasa lebih sinis, lebih lelah, tapi justru itu yang relevan.

Republik Fufufafa bukan lagu yang ngajak revolusi, ini lagu yang mencatat suasana tentang negara yang katanya republik tapi sering terasa absurd, tentang janji yang terdengar lucu kalau diulang-ulang dan mungkin di situlah kekuatan lagu ini, Slank tidak berusaha menyelamatkan apa-apa mereka cuma bilang "Kita lagi di fase ini loh".

Di tengah industri musik yang sibuk cari aman, Republik Fufufafa hadir sebagai pengingat bahwa musik masih bisa jadi alat komentar masih bisa jadi ruang menyindir, masih bisa jadi tempat meluapkan kekesalan tanpa harus jadi orasi.

Slank mungkin tidak lagi muda tapi di lagu ini mereka terdengar jujur dan kadang kejujuran yang capek justru lebih kena.

Bagikan Artikel:
Bagikan artikel ini ke sosial media